Home » Budaya » Keraton Kacirebonan Peninggalan Sejarah Kesultanan Cirebon

Keraton Kacirebonan Peninggalan Sejarah Kesultanan Cirebon

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan Peninggalan Sejarah Kesultanan Cirebon – Kekayaan budaya dan juga adat istiadat seatu daerah memang erat kaitannya dengan peninggalan sejarah yang ada di suatu daerah, seperti misalnya bangunan Keraton yang menjadi saksi sejarah dari perkembangan politik dan pemerintahan yang ada di Cirebon, dimana terdapat banyak keraton yang menjadi pusat pemerintahan Sultan yang memimpinnya. Salah satunya adalah Keraton Kacirebonan yang merupakan salah satu peninggalan sejarah kesultanan Cirebon yang menarik untuk anda ketahui.

Sebagaimana Keraton Kesepuhan dan Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan ini, merupakan salah satu tempat pemerintahan Sultan Cirebon yang mendudukinya. Keraton ini berada di kawasan Kelurahan Pulasaren, Pekalipan, yang bisa ditempuh sejauh 1 Km dari Keraton Kesepuhan Cirebon. Keraton Kacirebonan ini memiliki posisi yang memanjang dari utara ke selatan, dengan luas sekitar 46.500 meter persegi. Berikut ini adalah beberapa jejak sejarah dari Keraton Kacirebonan yang bisa anda ketahui.

Keraton Kacirebonan Peninggalan Sejarah Kesultanan Cirebon

  1. Arsitektur Keraton Kacirebonan

Bangunan Keraton ini merupakan salah satu bangunan khas Keraton ang memiliki gaya arsitektur yang ada pada jaman Kolonial Belanda dan juga percampuran dengan kebudayaan yang ada di China. Selain itu, terdapat juga bangunan pembesar pada masa kolonial Belanda yang mempengaruhi secara kuat bangunan Keraton Kacirebonan ini.

  1. Bangunan Induk Keraton

Didalam Keraton Kacirebonan ini, terdapat bangunan induk yang merupakan salah satu bangunan yang digunakan oleh keluarga Sultan sebagai tempat tinggal sehari – hari. Didalam bangunan induk keraton ini, anda bisa melihat adanya ruang tidur, ruang kerja sultan, kamar jimat, prabayasa, hingga dapur dan ruang tunggu prajurit, yang digunakan leh prajurit untuk menunggu jika ingin bertemu dengan Sultan.

  1. Paseban

Selain itu, di kompleks keraton Kacirebonan ini, terdapat Paseban sebanyak dua buah, yang mana Paseban barat ini, mengahdap ke arah timur dengan 8 buah tiang sebagai penopang dan juga saka guru sebagai tiang utama sebanyak 4 buah. Selain itu, bangunan paseban ini merupakan bangunan terbuka dengan atap genteng berbentuk joglo.

  1. Tajug

Di sebelah barat bangunan induk Keraton, terdapat Tajug atau mushola yang juga berada antara Tajug dan Paseban ini, dipisahkan dengan tembok yang menghubungkan antara sisi barat tembok dan pintu penghubung. Selain itu, terdapat pula Gapura Kori Agung yang memiliki atap Joglo yang mana juga sebagai salah satu pintu agung utama.

  1. Gedong Ijo

Raja Denda Wijaya yang memiliki gelar Raja Madenda ini, membangun bangunan berupa Gedong Ijo yang merupakan salah satu bangunan yang menghadap timur, dengan tiga ruangan yang ada didalamnya.seperti ruang utara dan ruang selatan yang ditempati keluarga Keraton, serta ruang tengah yang kosong yang memang sengaja dikosongkan.

  1. Pringgowati

Pada masa Sultan Kacirebonan ke IV, Pangeran Madenda Pratadiningrat membangun ruangan yang dinamakan sebagai Pringgowati yang merupakan ruangan yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk beristirahat, dan juga tempat menyimpan benda – benda bersejarah dan benda – benda kebesaran keraton. Dan disebelah ruangan ini, terdapat ruang Pinangeran.

  1. Paningeran

Ruangan ini merupakan salah satu ruangan yang terdapat di area sebelah ruangan Pringgowati yang mana memiliki fungsinya tersendiri sebagai salah satu ruangan yang berupa tempat tinggal kerabat Sultan, dan juga sebagai salah satu tempat yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan alat – alat perayaan seperti Muludan, Syawalan, dan acara keagamaan lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!