Home » Budaya » Mengenal Adat Istiadat Asli Cirebon

Mengenal Adat Istiadat Asli Cirebon

muludan

Arak arakan Muludan

Mengenal Adat Istiadat Asli Cirebon – Selain berbentuk kesenian, kebudayaan pada suatu daerah juga bisa dilihat dari adat istiadat yang ada didalamnya. Biasanya adat asli di suatu daerah ini menjadi salah satu kekayaan dan kearifan masyarakat lokal sebagai salah satu sisi yang menarik untuk dilihat dan dikenali. Termasuk di Cirebon, yang juga terkenal akan adat istiadatnya yang masih kental. Cirebon merupakan salah satu daerah yang dulunya dipimpin oleh Sunan Gunung Jati yang merupakan salah satu wali penyebar agama islam di Cirebon.

Maka tidak heran, jika adat – istiadat yang menjadi kebudayaan asli Cirebon saat ini, dipengaruhi oleh unsur islam yang kental. Hal ini dikarenakan dulunya, Sunan Gunung Jati memperkenalkan kebudayaan ini sebagai salah satu sarana untuk menyebarkan agama islam di tanah Cirebon. Banyak adat – istiadat asli Cirebon yang bisa anda kenali hingga saat ini, dan kerap dipertunjukan pada moment hari raya ataupun hari besar keagamaan lainnya. Dan berikut adalah beberapa adat – istiadat asli Cirebon yang bisa anda coba ketahui.

Mengenal Adat Istiadat Asli Cirebon

  1. Syawalan Gunung Jati

Tradisi ini merupakan salah satu jenis tradisi yang berupa ziarah makam Sunan Gunung Jati yang kerap dilakukan pada bulan Syawal atau menjelang Idhul Fitri. Biasanya, para peziarah akan melakukan doa bersama dan juga tahlilan di makam Sunang Gunung Jati ini. Pada tradisi ini, hampir semua peziarah yang datang dari semua daerah memenuhi makam Sunan Gunung Jati untuk memberikan doa. Maka dari itu, hingga kini tradisi Syawalan Gunung Jati ini, masih eksis hingga saat ini.

  1. Ganti Walit

Tradisi yang satu ini berupa upacara adat yang dilakukan di makam kramat Trusmi Cirebon yang mana upacara adat yang satu ini, dilaksanakan setiap setahun sekali, yang bertujuan mengganti atap makam keluarga dari Ki Buyut Trusmi. Atap makam dari Ki Buyut Trusmi ini, menggunakan welit yang berupa semacam anyaman daun kelapa. Biasanya acara Ganti Walit ini, dilaksanakan setiap tanggal 25 pada bulan Maulud.

  1. Rajaban

Hampir sama dengan Syawalan Gunung Jati, tradisi yang satu ini merupakan salah satu acara yang berupa ziarah ke makam Pangeran Panjunan serta Pangeran Kejaksan di Plangon yang juga dihadiri oleh para keturunan serta kerabat dari kedua pangeran Cirebon tersebut. Biasanya, ziarah makam ini, kerap dilaksanakan pada setiap tanggal 27 bulan Rajab.

  1. Ganti Sirap

Upacara ini merupakan upacara adat yang kerap dilaksanakan setiap 4 tahun sekali, yang mana upacara ini merupakan upacara adat untuk mengganti atap dari makam Ki Buyut Trusmi dengan atap berupa sirap. Tradisi ganti sirap ini, kerap dilakukan dengan dimeriahkan oleh pertunjukan wayang kulit, serta terbang. Kata sirap ini sendiri berarti adalah atap yang berasal dari bahasa Cirebon.

  1. Muludan

Upacara adat ini, kerap dilaksanakan pada bulan Mulud, yang mana upacara ini berupa kegiatan membersihkan pusaka keraton yang kerap disebut sebagai upacara pajang jimat. Upacara ada yang satu ini, dilakukan pada sekitar tangga 8 hingga 12 buan Mulud, yang dilakukan di Kraton Kesepuhan sebagai pusat upacara adat ini dilakukan.

Itulah beberapa adat – istiadat asli Cirebon yang hingga kini masih eksis dan menjadi salah satu bentuk kearifan lokal kebudayaan di Indonesia, yang mana bisa anda kenali dan turut anda lesatarikan. Masih banyak lagi kekayaan dari adat istiadat Cirebon yang bisa anda ketahui dan nikmati. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!