Home » Budaya » Sejarah Pemerintahan Kesultanan Cirebon

Sejarah Pemerintahan Kesultanan Cirebon

Halaman Depan Keraton Kesepuhan

Halaman Depan Keraton Kesepuhan

Sejarah Pemerintahan Kesultanan CirebonCirebon dulunya merupakan salah satu daerah yang hanya berupa dukuh kecil, yang dibangun oleh sosok bernama Ki Gedeng Tapa yang kemudian menjadi sebuah desa yang ramai, dan juga menjadi salah satu desa yang memiliki banyak pendatang dari berbagai daerah, suku bangsa hingga berbagai macam adat istiadat yang menghuni Cirebon dan datang untuk berbagai macam kepentingan, seperti bedagang, ataupun hanya sekedar bersandar, karena Cirebon ini merupakan daerah pelabuhan yang memiliki posisi yang terbilang strategis.

Cirebon seiring perkembangan waktu tumbuh menjadi salah satu cikal bakal dari daerah yang menjadi pusat penyebaran agama islam di tanah pasundan, yang berpusat di Cirebon. Dan berdirilah Kesultanan Cirebon pada sekitar abad ke 15 dan 16 Masehi, yang mana Kesultanan Cirebon ini merupakan salah satu pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. Berikut ini adalah beberapa fase sejarah pemerintahan kesultanan Cirebon yang bisa anda ketahui.

Sejarah Pemerintahan Kesultanan Cirebon

  1. Masa Kesultanan Pakungwati

Pada masa ini, Kesultanan Cirebon dipimpin oleh Pangeran Cakrabuan yang merupakan putera pertama dari Prabu Siliwangi, yang mana Putera Sulung  dari Prabu Siliwangi ini tidak mendapat haknya sebagai putera Mahkota, karena ia memeuk agama islam. Dan setelah Kakeknya meninggal dunia, Pangeran Cakra Buana ini mendirikan Kesultanan Cirebon yang mana tampil sebagai raja Cirebon yang pertama, dan menyebarkan agama islam dikalangan masayarakat Cirebon secara aktif.

  1. Masa Kepemimpinan Sunan Gunung Jati

Pada tahun 1479 M, Pangeran Cakra Buana ini digantikan oleh putera adiknya yang bernama Syarif Hidayatullah, yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, dengan Gelar sebagai Tumenggung Ssyarif Hidayatullah bin Maulana. Pada masa ini, pertumbuhan islam dan perkembangan ekonomi masyarakat Cirebon berlangsung dan berkembang dengan sangat cepat, selain itu, pada masa kepemimpinan beliau, agama islam mulai disebarkan keseluruh tataran tanah sunda.

  1. Fatahillah

Fatahillah naik tahta dan memerintah secara resmi Kesultanan Cirebon pada tahun 1568 hingga 1570 masehi, yang mana memang memerintah Cirebon selama dua tahun saja. Selain itu, makam dari Raden Fatahillah ini sendiri, berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati yang ada di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung.

  1. Panembahan Ratu

Masa selanjutnya ada dalam masa panemabahan ratu yang terdiri atas panembahan ratu I dan panembahan ratu II, yang mana masa Panembahan Ratu I ini, dipegang pemerintahannya oleh Pengaran Emas, yang memiliki gelar Penambahan Ratu I, yang setelah meninggal dunia, digantikan oleh pangeran Karim, atau Pangeran Rasmi yang diberikan gelar sebagai Panembahan Ratu II.

  1. Perpecahan Kesultanan Cirebon

Terjadinya kekosongan kekuasaan akibat meninggalnya Penambahan Girilaya, menjadikan terjadinya pembagian kekuasaan yang mana terjadinya penobatan tiap pangeran yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan panembahan Cirebon yang pada tahun 1677 merupakan babak baru bagi Kesultanan Cirebon, yang mana masing – masing pangeran mendirikan Keraton yang menurunkan Sultan berikutnya sebagai penerus pemerintahannya.

  1. Masa Kolonial Belanda

Kolonial Belanda tidak hanya menjajah rakyat tapi juga turut serta mengatur dan semakin ikut campur dalam segala urusan pemerintahan yang ada di Keraton, dan hal ini tentu saja menyebabkan, semakin surutnya peranan dari keraton yang ada di Cirebon, dan puncak redupnya Keraton Cirebon ini terjadi pada sekitar tahun 1906 dan 1926 yang mana kekuasaan Kesultanan Cirebon dihapuskan secara resmi oleh Kolonial Belanda. Dan pada tahun 1942, wilayah Kesultanan Cirebon menjadi bagian dari wilayah Republik Indonesia, yang mana secara administratif dipimpin oleh pejabat pemerintahan yang disahkan oleh negara Indonesia.

Itulah beberapa sejarah pemerintahan Kesultanan Cirebon yang bisa anda ketahui, dan bisa menjadi salah satu sumber pengetahuan anda seputar sejarah berdirinya daerah Cirebon. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!